Singgung Surat Al Maidah Ayat 51 Jadi alat untuk Bohong, Ahok Mendapat Kecaman Netizen

petisi untuk Ahok, surat al maidah, kecaman netizen

Jakartasatu.co – Ahok kembali ramai diperbincangkan netizen setelah sebuah video mengenai dirinya diunggah di Youtube. Video yang diunggah oleh Dinas Kominfomas Provinsi DKI Jakarta ini dipublikasikan secara resmi pada 27 September 2016 dan berdurasi selama satu jam.

Netizen dibuat geram dengan ucapan Ahok yang menyebut kata “dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51” pada menit ke 22:42. Kalimat tersebut terlontar di acara pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan warga Pulau Seribu yang di publikasikan pada tanggal 27 September lalu.

Ucapan Ahok yang spontan membuat geger netizen pun langsung mendapat banyak komentar negatif. Bahkan netizen telah membuat petisi di situs change.org yang mengkritik ucapan Ahok dan dianggap melecehkan tersebut. Petisi yang berjudul Ahok Jangan Lecehkan Al-Qur’an ini dilayangkan dengan 3 tuntutan, yaitu menuntut permintaan maaf dan penyesalan kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok atas ucapan pelecehan tersebut, meminta Majelis Ulama Indonesia agar melakukan langkah serius untuk memperingatkan Gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya, serta meminta Menteri Agama Drs. Lukman Hakim Saifuddin memberikan teguran kepada Gubernur DKI Jakarta agar tidak lagi memicu keresahan umat beragama. Berikut link yang berisi video pernyataan Ahok: https://www.youtube.com/watch?v=Eka3WM3zsDA

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, sangat menyayangkan pernyataan Ahok tersebut mengingat selama ini Ahok banyak menyerukan agar jangan ada isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta jangan rasis di dalam kampanye politik.

Fadli Zon mengatakan Ahok bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajarinya tentang agama.

“Pernyataan Ahok juga sangat tidak tepat, sebab itu sama saja dengan melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/9).

Apa yang telah Ahok ungkapkan tersebut bukan akan memunculkan persaingan yang sehat, melainkan justru menyinggung sebagian umat Islam, serta berpotensi memunculkan keresahan sosial dan menodai proses pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta.

“Negara kita berdasarkan Pancasila dan di sisi lain kita juga menghargai pluralisme. Namun bukan berarti Ahok bebas mengutip dan mengajari ajaran agama umat Islam yang bukan keahliannya,” kata Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyarankan agar Ahok menghentikan pernyataan dianggap provokatif yang menyinggung SARA. Fadli menambahkan, kritik dan debat adalah hal biasa dalam demokrasi. Namun pernyataan yang menyinggung agama bisa ditanggapi berbeda oleh masyarakat. Fadli juga berharap pilgub 2017 nanti berjalan secara sehat, demokratis dan konstitusional.

Hingga kini petisi ini masih terus berjalan yang telah ditandatangani lebih dari 25.000 pendukung. Ingin ikut menandatangi petisi ini atau sekedar mengetahui perkembangan petisi tersebut? Anda dapat meng-klik link nya di https://www.change.org/p/basuki-tjahaja-purnama-ahok-jangan-lecehkan-ayat-al-qur-an.

 

(Ratih Pratisti)

Ratih Pratisti

Ratih Pratisti

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Comments

comments

Share This Post

Post Comment