Ingin Tau Berapa Pengeluaran per Kapita dari 20 Persen Penduduk Terkaya ?

Ingin Tau Berapa Pengeluaran per Kapita dari 20 Persen Penduduk Terkaya ?

Jakartasatu.co – Pada bulan September 2015, Badan Pusat Statistik atau BPS melansir bahwa indeks rasio pada bulan tersebut adalah sebesar 0,40. Angka ini ternyata lebih baik sebesar 0,01 poin dibandingkan dengan bulan Maret 2015 sebesar 0,41.

Suryamin selaku Kepala BPS mengatakan bahwa survei mengenai kesenjangan distribusi pengeluaran telah dibagi sesuai dengan rumus World Bank yaitu 40 % penduduk terendah, 40 % penduduk menengah, dan sisanya 20 % penduduk terkaya.

“Sekitar 100 juta bahkan lebih berada di posisi terendah, 100 juta penduduk menengah, dan 55 juta penduduk berada di posisi terkaya,” ujar Suryamin, Senin (18/4/2016). Survei oleh BPS ini menggunakan sampel sekitar 75.000 rumah tangga yang berada di tingkat provinsi.

Sampel yang diambil ini ternyata lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sampel pada periode Maret 2015 lalu yaitu sebesar 300.000 rumah tangga di tingkat kabupaten/kota. Menurut Thomas Pardosi selaku Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS, dalam survei ini terdapat 52 item pengeluaran dalam hal kategori makanan dan 51 item dalam kategori non-makanan.

“Yang non-makanan diantaranya seperti, kesehatan, pendidikan, rekreasi, listrik, dan lain sebagainya,” jelas Pardosi. Hasil survei ini kemudian dibagi menjadi lima kuantil yang berarti satu kuantilnya adalah 20 % dari total sampel yang ada.

Hasilnya adalah rata-rata pengeluaran per kapita per bulan kelompok 20% golongan bawah atau kuantil 1 pada bulan September 2015 sebesar Rp 332.521. Angka tersebut ternyata meningkat sebesar 12,15 persen dari pada bulan Maret 2015 sebesar Rp 296.498.

Selain itu, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan kelompok kedua atau kuantil 2 pada bulan September 2015 adalah sebesar Rp 500.457 yang berarti naik sekitar 12,17 % dari pada bulan Maret 2015 yang sebesar Rp 446.176.

“Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk kelompok kuantil 3 adalah sebesar Rp 679.443, yang berarti naik sekitar 10,02 % dari posisi Maret 2015 yang sebesar Rp 617.584,” tambah Pardosi. Kemudian rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk kelompok kuantil 4 yaitu sebesar Rp 976.682 atau naik sebesar 10,03 % dari bulan Maret 2015 yang sebesar Rp 887.658.

Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan kelompok kuantil 5 atau yang menduduki posisi 20 % terkaya yaitu sebesar Rp 2.283.107. Angka tersebut meningkat sebesar 8,92 % dari bulan Maret 2015 yang sebesar Rp 2.096.207.

Menurut Pardosi, angka pengeluaran tersebut merupakan angka berdasarkan hasil survei dari sampel yang ada. Akan tetapi, pada kenyataannya ada juga masyarakat yang berada pada 20 % terkaya yang pengeluarannya hampir mencapai ratusan juta per bulannya.

Angka pengeluaran kebutuhan rumah tangga juga sangat bergantung terhadap kondisi pada saat disurvei, misalnya saat sedang membangun rumah, warung, dll. Dalam kondisi tersebut bisa dipastikan bahwa pengeluaran yang bersifat non-makanan akan melambung sangat tinggi.

(Nani Maryani)

Nani Maryani

Nani Maryani

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

More Posts - Website

Follow Me:
Facebook

Comments

comments

Share This Post

Post Comment